bedanya terapi anak & remaja

Terapi Anak & remaja bersifat khusus :

diskusi

kelompok remaja

Membicara terapi tentunya yang terlintas adalah adanya sebuah tehnik khusus yang digunakan untuk untuk menyembuhan penyakit mental juga kesulitan-kesulitan penyesuaian diri lainnya, yang dialami sehari-hari (Chaplin, 1981). Banyak penelitian yang meneliti tentang banyaknya cacat fisik dan penyakit mental serta problem-problem tingkah laku yang terjadi pada masa kanak-kanak, akan berlanjut sampai masa dewasa jika tidak diberi intervensi sejak dini. Beberapa penelitian telah dihasilkan berkaitan dengan apa yang terjadi pada tahun pertama dari kehidupan mempunyai signifikansi yang berlangsung lama pada masa pertumbuhan anak-anak dan kehidupan orang dewasa (Fung, 2002).

Penelitian-penelitian yang dihasilkan itu banyak berbicara mengenai pentingnya masa kanak-kanak bagi anak normal. Kenyataan bahwa anak normal saja jika tidak tahap-tahap perkembangannya terganggu, dan tidak ada intervensi, akan mengekibatkan “sesuatu”/ masalah pada masa-masa setelahnya, apalagi anak-anak dengan gangguan khusus.

Membicarakan terapi tentunya perlu dipahami berbeda dengan intervensi lain. Misalnya, ketika kita berbicara mengenai terapi bermain. Yang perlu kita pahami pertama-tama adalah apakah bermain itu sendiri adalah terapi, atau permainan itu hanya merupakan bagian/ penghantar dalam terapi, ataukah yang lebih sederhana, yaitu bermain hanya sebagai media.

            Dari penjelasan singkat diatas, menunjukkan bahwa ada hal yang harus dipahami ketika berbicara mengenai terapi :

  1. Adanya masalah yang terjadi pada individu (dalam hal ini anak & remaja). Masalah-masalah ini berkaitan dengan aspek-aspek perkembangan manusia, yaitu fisik, kognisi (intelektual), emosi/ psikologis, tingkah laku. Masalah-masalah ini biasanya menjadi masalah ketika perkembangannya tidak sesuai dengan tahap-tahap perkembangan yang normal (kurva normal). Oleh orangtua atau orang dewasa lainnya dilihat sebagai sesuatu yang aneh. Bagi remaja, masala-masalah ini, selain di tangkap oleh orangtua/ orang dewasa lainnya juga ditangkap oleh remaja sendiri. Ini terkait dengan perkembangan kognisi dan emosi yang lebih kompleks pada remaja.
  2. Ada assesment nya.  Cara-cara yang dipakai untuk melakukan pengukuran terhadap problem yang dialami anak dan remaja biasanya lebih khusus dan harus lebih berhati-hati, karena berkaitan dengan kondisi kejiwaan anak agak berbeda dengan orang dewasa (Zulkilfli, 1992). Beberapa cara melakukan pengukuran yaitu dengan pengamatan langsung, pengamatan lewat one-way screen, eksperimen atau tes kecerdasan, wawancara langsung, ataupun penyelidikan dengan buku harian anak (khusus untuk remaja).
  3. Data-data yang diperoleh kemudian dengan metode tertentu di analisis. Hasil analisis ini di sebut sebagai diagnosis.
  4. Dari hasil diagnosis tersebut, kita bisa mengetahui apa gangguan yang diderita dan mulai merancang kira-kira metode atau terapi apa yang tepat untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan tersebut.
  5. Rancangan terapi yang akan digunakan harus ada dasar teorinya. Ini berkaitan dengan tehnik terapi yang akan digunakan. Setiap masalah harus di tangani dengan pendekatan yang sesuai.

 

            Dengan demikian, memahami terapi tidak sesederhana yang dibicarakan, ada pengukuran, ada dignosis dan ada dasar teori yang harus dipertimbangkan. Sehingga yang dimaksud dengan terapi oleh penulis adalah sebuah tindakan yang diberikan pada individu dengan klafisikasi gangguan tertentu di berikan dengan tehnik tertentu dengan tujuan mengurangi bahkan dengan menyembuhkan individu tersebut.

            Sehingga membicarakan terapi pada anak & remaja haruslah berbeda. Anak & remaja adalah subjek dianggap khusus dalam pemahaman :

  1. Masa anak-anak mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan tahap-tahap selanjutnya.
  2. Masa anak-anak dianggap sebagai Golden Age, yaitu masa dimana terjadi banyak sekali perubahan, baik secara fisik, psikis dan emosi, kognisi yang kemudian mempengaruhi sosialisasinya. Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak ini tentunya ada masalah-masalah tersendiri yang menyertainya. Masalah-masalah inilah yang perlu diperhatikan dalam rangka menghasilkan individu yang sehat jasmani dan psikisnya.

Beberapa masalah penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perubahan pada masa kanak-kanak (Lihat Santrock, 1983) :

  • Masalah kelekatan, masalah obesitas, gangguan tidur (pada tahun pertaman anak)
  • Latihan kekamar mandi, kemarahan, menarik rambut, makan makanan yang tidak wajar dimakan, lamban dalam perkembangannya (pada tahun kedua)
  • Gigi menggeretak, permasalah disintergratif (tahun ketiga)
  • Sulit bicara, gagap, mutisme (pra-sekolah)
  • Mengompol, membuang kotoran, ADHD, agresif, masalah emosional, Autis (masa sekolah)
  1. Salah satu masa yang terjadi banyak perubahan adalah masa remaja. Secara fisik dan psikis, masa ini sangat terkait dengan perubahan hormonal. Perubahan ini menimbulkan masalah-masalah tertentu bagi remaja seperti masalah body-image, self-image, masalah dengan gang nya, masalah emosional (lihat Monks, 2002).
  2. Berkaitan dengan kondisi kejiwaan anak dan remaja yang susah ditebak (labil, mudah berubah-ubah), proses terapi pada anak-anak harus hati-hati dan butuh ketelitian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: