Prinsip perkembangan

Tingkah Anak-anak

Tingkah Anak-anak

PRINSIP PERKEMBANGAN

Pernahkah kita melihat foto masa kecil, atau menemukan baju, sendal atau barang-barang pada masa kecil? Atau masih ingatkah kejadian apa yang paling mengesankan saat kita masih kecil?. Menoleh kebelakang dan melihat semua hal yang berkaitan dengan masa lalu, membuat kita menyadari bahwa ada banyak hal yang berubah baik fisik, pengetahuan, pemahaman dan lingkungan sosial kita.  Perubahan-perubahan diatas tersebut dimaknai sebagai proses tumbuh dan berkembang.

Proses tumbuh dan berkembang adalah proses yang kompleks dari kehidupan manusia karena berbicara mengenai seluruh keadaan manusia mulai dari sejak dalam kandungan hingga meninggal. Proses tumbuh dan berkembang ini meliputi aspek fisik, emosi dan sosial.

Hal penting yang perlu dipahami mengenai proses tumbuh kembang:

  1. Perkembangan ditandai dengan pertumbuhan. Perkembangan adalah proses pertumbuhan baik fisik, kognisi, psikis maupun sosial emosi nya. Proses perubahan mulai dari pembuahan sampai pada kehidupan yang lebih kompleks. Untuk pendidik harus jeli melihat perubahan-perubahan anak yang progresif (maju). Perubahan itu menandai bahwa anak berkembang. Sebaliknya, terjadi pula regresi (menurun) perkembangan atau stagnasi (tidak menunjukkan perubahan) perkembangan.
  2. Setiap tahapan memiliki “masa kritis”. Hal lain yang perlu mendapat perhatian khusus adalah pemahaman bahwa setiap tahapan perkembangan manusia memiliki “masa kritis” yang harus dilewati. Masa kritis ini jika penanganannya salah akan membuat perkembangan menjadi menyimpang dari tahapan normal.

“masa kritis”usia dini (0-6 tahun) yang perlu diperhatikan :

  1. Masa egosentris : pada usia ini anak sangat perpusat pada diri sendiri, mau menang sendiri, selalu ingin mengunggulkan diri. Ini menjadi cikal bakal tumbuhnya identitas diri. Orang dewasa seperti orangtua, saudara harus mengarahkan rasa egosentris ini dengan memperkenalkan aturan-aturan yang disepakati keluarga dengan tetap menjadi dirinya sendiri.
  2. Masa menentang : karena rasa “egosentris” itu membuat anak pada umumnya menunjukkan sikap atau perilaku menentang atau melawan. Dan biasanya mengahadapi hal ini, orangtua akan mendidik dengan keras, sehingga mengakibatkan anak tumbuh menjadi pribadi yang keras kepala.
  3. Masa imitasi : usia ini adalah usia meniru. Anak akan meniru sikap, perilaku dan kata-kata orang di sekitarnya. Sehingga perlu diwaspadai karena anak akan meniru semua perilaku baik buruk maupun yang baik.

“masa kritis” usia 12-18 tahun yang perlu diperhatikan :

  1. a. Masa pertentangan : diusia ini keinginan untuk mandiri begitu tinggi, sehingga timbul rasa selalu ingin melakukan hal-hal yang mereka anggap baik. Biasanya  menuntut orangtua untuk memahami. Seringkali terjadi pertentangan antara remaja dan orangtua. Menangani masalah ini, orangtua tidak harus berlaku keras dan otoriter. Memberi pemahaman yang baik tentang keinginan dan tidak perlu mengkonfrontasi mereka dan beri pemahaman mengenai bagaimana mengambil keputusan yang saling menghormati hak orangtua maupun remaja.
  2. b. Masa kebingungan : perubahan dari segi fisik dan berakibat pada segi psikis remaja, menimbulkan banyak gejolak dalam diri remaja. Seringkali anak bingung dan terjebak dalam situasi itu. Menghadapi perubahan tersebut, orangtua perlu memberi pengertian tentang perkembangannya, dan selalu membimbing dengan kasih sayang.
  3. c. Masa pembuktian diri : usia ini, keinginan remaja untuk membuktikan diri tinggi, sehingga orangtua perlu melihat dan memfasilitasi keinginan tersebut.
  1. Perkembangan merupakan kematangan belajar

Kematangan menunjukkan adanya kesiapan untuk berubah. Anak yang sudah matang dalam hal berbicara, memiliki perbendaharaan kaya yang lebih banyak, sehingga dapat berkomunikasi dengan lancar.

  1. Pola perkembangan anak dapat diprediksi

Perkembangan anak dapat diprediksi sebab setiap anak memiliki kesamaan dalam perkembangan secara umum. Sehingga dengan mengetahui tahapan perkembangan anak sesuai dengan umurnya, sangat membantu orangtua mengembangkan pendidikan yang tepat sasaran.

  1. Perkembangan anak berbeda satu sama yang lain

Walaupun setiap perkembangan anak dapat diramalkan, ada pula tahapan perkembangan yang menunjukkan irama dan tempo yang berbeda dari setiap anak. Orangtua harus awas dengan keadaan anak-anak satu persatu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: