Terapi Bermain Non-Direktif

Cilent Center Therapy :  Terapi Bermain Non-Direktif

 Pada hakekatnya pendekatan  client-centered therapy merupakan cabang khusus dari terapi humanistik. Tokoh pencetus terapi ini adalah Carl Ransom Rogers (1902-1987).

Rogers menyarankan beberapa jalan yang menjadi dasar dari psikoterapinya (Rogers, 1979):

  1. Unconditional Positive Regard

Yaitu sebagai terapis memberikan sikap penghargaan dan pandangan positif terhadap klien, yang tidak didasarkan atas dukungan apa pun juga. Jadi bukan oleh karena ada sesuatu yang konselor anggap “baik” sehingga konselor menilai dan bersikap positif terhadap klien. Tetapi apapun dan bagaimana pun keadaannya terapis harus menerima keadaan kilen.

  1. Emphatic Understanding of His Internal Frame of Reference

Yaitu sikap melepaskan subyektivitas pribadi dan mencoba menempatkan diri di tempat klien sebagai proses mengerti pola berpikir yang unik dari klien. Rogers percaya bahwa self-actualization secara otomatis dan natural menjadi tujuan yang akan dicapai setiap individu, jikalau ia betul-betul menyadari dirinya sendiri dan melihat obyek pemilihan-pemilihan hidupnya secara jelas.

 Pendekatan Client Center Therapy (CCT) ini kemudian menjadi tonggak lahir terapi-terapi lainnya. Terapi yang memakai dasar teori ini adalah terapi bermain, biasanya dikenal dengan  non-directive play therapy.  Terapi bermain non-directive ini memakai prinsip konseling Rogers seperti seorang terapis harus ber-emphaty, unconditional acceptance dan congruent (Axline, 1949; Dorfman, 1976 dalam Ryan)

Prinsip dasar terapi bermain dengan pendekatan client centered non-directive (Ryan, 2004):

  • Terapis menciptakan suasana hangat, hubungan yang bersahabat
  • Terapis menerima anak sebagaimana adanya
  • Terapis mengembangkan hubungan dengan anak sehingga anak merasa bebas mengekspresikan perasaannya secara terbuka
  • Terapis harus peka terhadap anak yang diekspresikan kembali dalam bentuk tingkah laku
  • Terapis menghargai kemampuan anak dalam memecahkan masalahnya
  • Terapis tidak diperkenankan langsung menegur  perbuatan anak atau bercakap-cakap dengan cara apapun. Anaklah yang mengarahkan dan terapis mengikuti
  • Terapis jangan terburu-buru untuk melakukan terapi
  • Terapis memanfaatkan kesempatan agar anak sadar akan tanggung jawabnya dalam berhubungan dengan terapis.

 Sesi pertemuan non-directive play therapy (Ryan, 2001):

  • Pertemuan awal dengan terapis/ ahli lain
  • Pertemuan dengan orangtua/ pengasuh anak di rumah
  • Pertemuan singkat dengan anak/ pengasuh anak di rumah
  • 1 jam sesi play terapi dengan anak selama 8 minggu, yang didampingi oleh orangtua/ pengasuh
  • Pertemuan lanjutan dengan pengasuh untuk lebih mengetahui perkembangan anakpada anak-anak yang mengalami trauma dengan
  • Follow up interview dengan orangtua/ pengasuh 6 bulan setelah terapi berakhir untuk mengevaluasi hasil terapi jangka panjang

 Contoh dinamika proses terapeutik non-direktif yang diberikan kepada Charles  (anak umur 9 tahun) dilakukan selama 4 sesi (Ryan, 2004) :

  1. Awalnya metode ini mengajak Charles memilih aktivitas-aktivitas, kenangan-kenangan dan perasaan-perasaan yang ia inginkan.
  2. Sesi pertama diawali dengan pertemuan terapis dengan Virginia setelah ada permintaan dari keluarga Charles.
  3. Sesi kedua, pertemuan dengan orangtua/ pengasuh anak di rumah. Emosional dis-stres dan ketakutan orangtua berkontribusi pada kecemasan Charles, terutama ibu.
  4. Sesi ketiga, pertemuan singkat dengan anak/klien di rumah. Charles sangat cemas namun dengan rapport ia menjadi rileks dan hubungan kepercayaan mulai berkembang. Masih muncul memori trauma.
  5. Sesi keempat, 1 jam sesi play therapy dengan anak selama 8 minggu, yang didampingi oleh orangtua/ pengasuh.
  6. Sesi kelima, pertemuan lanjutan dengan pengasuh untuk lebih mengetahui perkembangan anak. Pada sesi ini ada beberapa catatan terapis seperti : kecemasan parental berpengaruh pada penurunan trauma, mengatur kecemasan dan berkurangnya kegelisahan, kecemasan ibu berkurang, Charles lebih confidence, posisi dalam keluarga sesuai dengan usianya, kebutuhan privasi cenderung intrusive nature.
  7. Sesi keenam, follow up interview dengan orang tua/ pengasuh, 6 bulan setelah terapi berakhir untuk mengevaluasi hasil terapi jangka panjang. Beberapa laporan ibu charles terhadap perkembangan Charles, al : punya teman dan bermain dengan mereka protektif dengan lengannya, dapat bergabung dengan teman sebaya, melakukan komunikasi verbal, pemarah dan melawan dengan saudaranya.

 Terapi bermain Non-direktif ini lebih cocok untuk anak.

  • Kelemahan terapi ini jika digunakan untuk remaja :
  • Kecenderungan menganggap permainan bukan dunia mereka lagi.
  • Remaja cenderung tertutup dengan orang dewasa.

 Kelebihan terapi ini jika diterapkan pada anak-anak

  •  
    • Dunia bermain masih kental dengan dunia anak
    • Anak-anak lebih asertif mengutarakan perasaannya daripada remaja
    • Dengan bermain anak mempunyai media untuk mengungkapkan perasaan. Anak susah mengutarakan perasaannya hanya dengan bercakap-cakap, apalagi metode non direktif ini. Klien yang menentukan dan mengeksplore sendiri perasaan bahkan penyelesaian masalahnya.

Daftar Pustaka

 Chaplin, C.P. 1995. Kamus Psikologi. (Terjemahan Kartini Kartono). Jakarta: Rajawali

 Fung, Dr. Daniel & Cay Yi-Ming, , 2002, Mengembangkan Kepribadian Anak dengan Tepat, Jakarta : Prestasi Pustaka.

Hurlock, E. B,. 1978. Perkembangan Anak, Jilid 1 (terjemahan Meitasari Tjandrasa dan Muslichah Zarkasih), Jakarta. Erlangga.

 Mönks, F.J., Knoers, A.M.P dan Haditono, S.R. 2002. Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam Berbagai bagiannya. Cet. 13. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerity Press

Rogers Carl R, Client – Centered Therapy, (London : Constable, 1979)

 Ryan, Virginia, Adapting Non-directive Play Therapy for Children with Attachment Disorder,  Clinical Child Psychology and Psychiatry, vol 9 (1); 75-87, 2004

 Ryan, Virginia & Christine Needham, Non-directive Play Therapy for Children with PTSD, Clinical Child Psychology and Psychiatri, vol 6 (3); 437-453, 2001

Satu Tanggapan to “Terapi Bermain Non-Direktif”

  1. yuyunce Says:

    Terima kasih atas ilmunya, ~_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: